Aug 30, 2017

Cyber Literasi Indonesia dan Sosial Media

Sosial Media Picture Card

Article Android, ya lagi-lagi Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku yang hampir tenggelam dengan isu-isu Politik, Agama dan SARA.  Saya tidak menutup mata dengan permasalahan ini, 

Sebagai warga negara tentunya merasa prihatin dengan keadaan tesebut.

Perlu diketahui lagi makna kata dari ber "SOSIAL" dan kata "MEDIA" harus lebih diperhatikan lagi oleh masyarakat kita tentunya. kenapa? ini benar-benar melenceng dan jauh dari TUJUAN SESEUNGGUHNYA kenapa hadirnya media sosial sebagai sarana berkomunikasi. dahulu lima sampai enam tahun kebelakang.

Saya merasakan dan sangat bersyukur dengan hadir nya Platform sosial media seperti, Friendster, dan Facebook. kenapa bersyukur?

Tentunya maksud dengan hadirnya media sosial tersebut untuk menjalin, mempererat tali persaudaraan kita dengan media chatting ataupun berbagi pendapat secara pribadi yang tentunya dilandasi dengan "Ketentuan dan Kebijakan" dari Platform media sosial tersebut.

Sekarang kebebasan berpendapat melalui media sosial ini sering disalahartikan dan disalahgunakan mengapa demikain? tentu tidak lepas dari maslah Cyber Literasi bangsa kita. 

Jujur saja kita enggan sekali untuk membaca "Ketentuan dan Kebijakan Privasi" atau Ketentuan "PENGGUNAAN" dari pihak penyedia Sosial Media, disini lah letak permasalahan kita sebagai bangsa indonesia, kita mudah untuk terbawa arus Informasi yang nyatanya belum tentu jelas apakah informasi tersebut relevan atau tidak, fakta atau "HOAX",

Jujur kita hanya menelan mentah-mentah Informasi tersebut, balik lagi kepada Cyber Literasi tentunya.

Perlu diketahui Kebebasan Berpendapat serta menyebar luaskan Informasi tersebut sudah diatur dalam undang-undang agar tercipta demokrasi yang santun dan tidak melanggar etika Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia. 

Melalui Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang mengatur bagi pengguna informasi elektronik untuk menggunakan informasi dengan bijak, tidak menyinggung, menghina, menggunakan informasi atau kata-kata yang bersifat provokatif juga menebar kebencian bagi sesama. 

Hal ini akan menimbulkan efek dan reaksi negatif yang juga dikategorikan sebagai pelanggaran pidana atas transaksi elektronik. 

Berikut ini beberapa aktivitas yang sebaiknya jangan dilakukan, jika memang tidak ingin terjerat UU ITE :

Bersosail Media dengan Bijak

  • Konten melanggar kesusilaan, ancaman tetap yaitu maksimal 6 tahun penjara;
  • Konten perjudian, ancaman tetap yaitu maksimal 6 tahun penjara;
  • Konten yang memuat penghinaan dan atau pencemaran nama baik. Bila dulu diancam maksimal 6 tahun penjara, kini menjadi 4 tahun penjara;
  • Konten pemerasan atau pengancaman, ancaman tetap yaitu maksimal 4 tahun penjara;
  • Konten yang merugikan konsumen, ancaman tetap yaitu maksimal 6 tahun penjara;
  • Konten yang menyebabkan permusuhan isu SARA, ancaman tetap yaitu maksimal 6 tahun penjara.

Saat ini masyarakat pengguna informasi teknologi seakan terbuai dengan kebebasan berpendapat dan berekspresi, tanpa memperhatikan etika sosial dan batasan aturan dalam bermedia sosial. 

Jika memahami arti dan fungsi media sosial adalah tidak terlepas dari interaksi sosial, maka hendaknya etika sosial dalam berkomunikasi di media sosial juga harus diperhatikan.

Dan belakangan ini pula marak sekali tentang isu-isu sara yang bertebaran seperti kapas tertuip angin yang entah kemana angin membawanya tidak jelas dan tentu tak ber arah,

Saya dan anda sebagai generasi penerus yang rata-rata berpendidikan dan berpandangan luhur mari ciptakan Indonesia yang bebas dari Isu-isu Politi, Sosial, dan tentunya paling utama mengenai isu Agama.

Jika memang iya kita berpendidikan coba tela'ah terlebih dahulu, coba pikirkan dahulu informasi yang kita dapat kan ini merugikan atau memang membawa manfaat ketika kita menyebar luaskan nya. 

Saya malu nyata-nyata malu meskipun saya bukan pemimpin atau pemerintah saya hanya warga negara biasa malu dengan keadaan ini, malu dengan prilaku saudara-saudara saya se-bangsa dan se-tanah air yang menyebar luaskan isu-isu melalui Sosial Media atau pun Berita-berita bohong lainnya yang hendak memprovokasi dan mengadu domba bangsa sendiri atau pun alasan lainnya. 

Disamping semua kejadian tersebut ini bisa kita ambil HIKMAH dan Pelajaran Berharga untuk diri sendiri, tidak perlu saya terangkan yang penting, 

Apakah kita sudah bijak untuk bersosial media? 

Apakah kita menebar manfaat dengan adanya kita ber-Sosial Media? 

Kita bisa menyadarinya jika tidak hanya fokus kepada diri sendiri atau terlalu fokus pada hal yang kita benci,  yuk Ber-SOSIAL MEDIA ! 


EmoticonEmoticon